Monday

Penyakit Kepala Bengkak pada ayam broiler

Mitra Peternakan Sejahtera.  Kali ini akan dibahasa tentang penyakit sindrome kepala bengkak (swollen head syndrome) yang sangat merisaukan Peternak ayam broiler dan Peternak Layer.  Apa sih Sindrome Kepala Bengkak?.  Mari kita mengenalnya lebih dekat agar tak terjadi berulangkali di Peternakan ayam Anda.

Mengenal Pemicunya

Adapun faktor-faktor pemicu sehingga ayam terjangkit penyakit kepala bengkak, sebagai berikut :

  • Lemahnya praktek manajemen dan pola pemeliharaan ayam,
  • Banyak variasi umur dalam satu lokasi peternakan 
  • Upaya pengamanan biologis di tingkat peternak serta lingkungan peternakan yang kurang memadai, seperti sirkulasi udara yang kurang baik, kepadatan ayam cukup tinggi, kandang yang pengap, serta tingginya kadar ammonia dalam kandang

Kepala bengkak terjadi pada umur 2 – 6 minggu. Faktor-faktor tadi harus dihindari oleh peternak, agar ayam terhindar dari penyakit kepala bengkak. 

Mengenal Penyebabnya

Swollen Head Syndrome (SHS) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh Avian Pneumovirus. Penyakit ini pada mulanya ditemukan di Afrika Selatan, tetapi sekarang diketahui telah berjangkit di berbagai negara. Akhir-akhir ini kejadian penyakit SHS di Indonesia, baik pada peternakan komersial broiler maupun layer serta pada beberapa breeding farm, mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dalang dari penyakit ini sebagaimana sudah disebutkan di atas tadi yakni Avian Pneumovirus, virus ini merupakan virus tipe RNA yang memiliki rantai tunggal, serta berukuran 80-200 nm. Pneumovirus termasuk subfamily Pneumovirinae dan family Paramyxoviridae.

Virus ini dapat menyebabkan penyakit serupa pada kalkun yaitu Turkey Rhinotracheitis (TRT) yang hanya menyerang kalkun. Dasarnya virus itu sendiri tidak menimbulkan adanya gejala kebengkakan pada daerah kepala dari ayam yang terinfeksi, akan tetapi adanya kebengkakan disebabkan oleh adanya infeksi sekunder dari bakteri lain, seperti: Pasteurella, E. coli, Mycoplasma atau Haemophillus.

Gejala klinis

Penyakit ditandai dengan adanya gangguan pernapasan seperti ngorok atau nyekrek, kebengkakan periocular, kebengkakan kepala dan penurunan produksi telur (pada ayam petelur). Penyakit SHS sendiri digolongkan ke dalam salah satu penyakit penyebab immunosupresi (lokalimmunosupresi).

Ayam yang kepalanya bengkak tersebut bioasanya akan sering tampak lesu dengan meletakkan kepalanya di lantai kandang sehingga akan memperparah keadaannya. Pada ayam broiler, bila murni terinfeksi virus SHS kematiannya tergolong rendah hanya berkisar antara 1-5%, kematian yang lebih tinggi dapat terjadi bila diikuti infeksi sekunder.

Gejala yang bersifat khas untuk ayam yang terserang SHS yakni adanya kebengkakan kelenjar lakrimalis (kelenjar air mata). Apabila disertai adanya infeksi sekunder oleh kuman E. coli atau bakteri lainnya dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pada daerah kepala bagian atas sampai pada daerah 1/3 leher bagian atas maka kebengkakan yang terjadi akan sangat hebat. Kebengkakan biasanya mulai dari daerah sekitar kelopak mata bagian atas, tepi mata yang kemudian berlanjut ke kepala bagian atas dan pial/jengger serta menurun sampai gelambir bawah dalam waktu 24-36 jam. Drh. Fitrine Ekawasti.


Sumber : Majalah Poultry Indonesia Edisi Juli 2014
Advertisement
Comments
0 Comments