Monday

Pemanas Ayam Gas


Blog.Mitrapeternakan.com - Pemanas Ayam Gas.  Cukup banyak pilihan bahan bakar untuk menghidupkan pemanas di masa brooding.  Seperti bahan bakar seperti berikut ini ; bahan bakar gas, minyak tanah, batu bara, dan kayu bakar.  Alat pemanas yang digunakan  oleh peternak modern biasanya menggunakan bahan bakar gas, sedangkan peternak tradisional masih menggunakan kayu bakar dan batu bara.  Sebagai media informasi peternakan, Mitra Peternakan perlu mengangkat pembahasan ini, mengapa Peternak sebagiknya menggunakan pemanas gas brooder yang berbahan bakar gas.  Mari disimak hingga akhir tulisan ini.

Mengenal Penggunaan Pemanas
Pemanas Ayam Alternatif, Pemanas Ayam Batubara, Pemanas Ayam Brooder, Pemanas Ayam Briket, Pemanas Ayam Doc, Harga Pemanas Ayam

Awalnya penggunaan pemanas saat masa brooding peternak menetapkan pilihannya pada kayu bakar.  Karna bahan tersebut cukup mudah ditemukan disekitaran kandang tempat membudidayakan ayam.  Bagi peternak dikawasan penghasil batu bara, bahan tersebut menjadi pilihannya.  Kedua bahan tersebut yaitu batu bara dan kayu bakar memiiki nilai ekonomis yang tergolong murah, namun memiliki kelemahan yaitu sulitnya melakukan pengaturan suhu serta menghasilkan asap yang dikhawatirkan mengganggu kesehatan ayam.

Saat bahan bakar gas banyak di produksi di tanah air dan digunakan oleh masyarakat, dari situlah sebagian besar peternak berpindah menggunakan pemanas ayam yang berbahan bakar gas.  Secara ekonomi memang lebih mahal harganya, tetapi memberikan keuntungan lebih ke peternak dimana peternak dapat hasil yang lebih optimal dan efisien.  Selain keuntungan tersebut banyak hal yang bisa didapatkan peternak setelag menggunakan pemanas yang berbahan bakar gas yaitu mudah dalam pengoperasian, relatif aman, dan tentu tahan lama.  Panas yang dihasilkan pun stabil, terfokus, tidak menimbulkan polusi udara seperti keluarnya asap, serta suhu dapat disesuaikan dengan kebutuhan.


Pemilihan Pemanas Ayam Berbahan Bakar Gas
Pemanas ayam Rikte, Pemanas Ayam Gasolec, Pemanas Ayam Gasera, Pemanas Ayam Igm, Mesin Pemanas Ayam

Pilihan jenis pemanas ayam gas untuk pemeliharaan anak ayam saat ini cukup banyak di pasaran, contohnya pemanas Gas Brooder Rikte yang diproduksi Rikte.  Pada penggunaan pemanas jenis ini, peternak dapat menghemat.  Adapun biaya yang dikeluarkan peternak dalam penggunaan pemanas jenis ini ditentukan oleh beberapa faktor seperti berikut ini :

  1. Rancangan dan desain oleh masing-masing produsen
  2. Aplikasi pemasangan Pemanas
  3. Manajemen Brooding

Jika menemui masalah pada pemanas gas yang anda gunakan, sebaiknya segera menghubungi petugas lapangan atau produsen pemanas terkait.  Rikte merupakan pemanas gas yang menyediakan layanan servis gratis, cepat, dan berlaku seumur hidup, serta menyediakan spare part yang sangat mudah Anda dapatkan.

Demikian sedikit informasi seputar pemanas Ayam Gas di Peternakan.  Semoga bermanfaat untuk kita sekalian.  Terima kasih.  Jangan bosan-bosan berkunjung ke blog Mitra peternakan, agar ilmu peternakan Anda terus dapat diperbaharui.

Thursday

Pemanas Gas Ayam; Pentingnya Manajemen Brooding



Blog.Mitrapeternakan.com - Brooding adalah kunci keberhasilan pemeliharaan broiler, terutama ketika DOC harus diperlakukan sebagaimana induk ayam memperlakukan anaknya.  Hal itu menyangkut kebutuhan suhu tubuhnya sendiri.  Oleh karena itu, pada tahap ini diperlukan adanya brooder (pemanas) yang berfungsi agar suhunya sesuai dengan kebutuhan DOC dalam memberikan kehangatan sehingga brooder disebut juda dengan istilah indukan buatan.  Masa brooding kurang lebih berlangsung 14 hari atau disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan ayam itu sendiri.  Panas brooder dapat diperoleh dari Pemanas semawar, Pemanas Gasolec, maupun pemanas Gas lainnya.

Pembelian Pemanas bisa lihat disini => Pemanas Ayam Gasolec

Berikut adalah hal yang diperhatikan dalam brooding.
  • Pemanas harus dihidupkan 1-2 jam sebelum DOC datang sehingga suhunya sudah sesuai ketika DOC dimasukkan.
  • Setelah DOC diturunkan dari mobil, tumpuk boks yang berisi DOC ditempat yang sejuk.  TUmpukan boks tidak lebih dari lima tingkat untuk menjaga suhu dan oksigen.  Jika terlalu tinggi, DOC bisa mati lelmas karena teralu panas dan kekurangan asupan oksigen yang diawali dengan gejala megap-megap.
  • Timbang dan catat kode boks, lalu sampling 10% dari jumlah boks.
  • Hitung jumlah boks, lalu amati kondisi boks dan DOC untuk mempermudah komplain jika ada masalah
  • Terbarkan DOC pada tiap-tiap brooder, lalu segera beri air minum dan pakan untuk menjaga kondisi tubuh yang sempat menurun akibat dehidrasi selama transportasi.
  • Selama penebaran DOC, lampu agak diredupkan untuk mencegah stres.  Setelah itu, lampu disetel dalam kondisi normal.
  • Brooding sebaiknya diberi alas koran minimal tiga lapis dan setiap hari diambil satu lapis.  Fungsi koran adalah untuk memberi rasa hangat pada telapak kaki sehingga saraf-sarafnya memberikan respon yang menyebabkan timbulnya keinginan makan.  Selain itu, pemberian koran bertujuan agar DOC tidak memakan sekam.
  • DOC yang terlihat lemah hendaknya dibantu minumnya dengan cara mencelupkan paruhnya ke dalam air minum
  • Kondisi brooding harus senyaman mungkin bagi DOC.  Oleh karena itu, perlu diperhatikan suhu, kepadatan, dan sirkulasi udara.
Gambar 1.  Brooder Ayam
Dalam pengaturan brooding, ventilasi udara perlu diperhatikan untuk menjamin pertukaran udara yang baik, kecukupan tempat pakan dan minum untuk menjamin pencapaian feed intake, jumlah pemanas untuk mencapai kecukupan suhu, pencahayaan, dan kualitas air (terbebas dari kuman penyakit).  Suhu yang terlalu dingin akan menyebabkan anak ayam bergerombol mendekati brooder dan malas beraktivitas, termasuk makan dan minum.  Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan ayam terhambat.  Selain itu, secara fisiologi suhu dingin dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah para-paru dan memicu terjadinya hidrops ascites (perut kembung).  Selain itu, suhu dingin bisa mengakibatkan penyerapan kuning telur tidak sempurna dan berkembang menjadi penyakit omphalitis dan colibacillosis.

Gambar 2.  Suhu Brooding Terasa Dingin
Gambar 3.  Suhu Brooding Terasa Panas

Sebaliknya, suhu yang terlalu panas akan menyebabkan anak ayam menjauhi brooder dan mencati tempat yang lebih dingin dengan aliran udara yang lebih banyak.  Ayam juga akan mengalami panting (terengah-engah) sehingga meningkatkan konsumsi minum dan mengurangi konsumsi ransum.  Hal yang demikian akan mengakibatkan pertumbuhannya terhambat.  Sementara itu, konsumsi minum yang meningkat akan menyebabkan litter cepat lembab karena basah.  Keadaan litter yang basah dengan suhu lingkungan yang tinggi merupakan faktor utama yang memicu meningkatnya kadar amonia dalam kandang karena aktivitas bakteri urelitik meningkat.

Gambar 4.  Suhu Brooding Normal

Suhu Brooding dari Pemanas Gas Ayam

Minggu Suhu (oC)
I (1-7 hari) 30--35
II (8-14 hari) 26-30

Untuk mencegah ketidaksesuaian suhu brooding, hal yang harus dilakukan adaah mengontrol suhu sesering mungkin.  Pengontrolan suhu dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian ransum.  Suhu brooding dapat diukur dengan termometer atau Thermohygro yang diletakkan ditengah kandang dengan ketinggian 2-3 cm dari litter.  Selain menggunakan termometer, keadaan suhu dapat digambarkan dengan aktivitas dan penyebaran anak ayam di dalam kandang.  Suhu yang ideal akan menyebabkan anak ayam beraktivitas secara normal dan ayam tersebar secara merata ke seluruh kandang.

Wednesday

Kandang Ayam Petelur Baterai

Telur ayam merupakan menu makanan yang sangat mudah di temui di dapur dan disukai oleh banyak orang.  Karna telur ayam memiliki rasa yang enak, dan didalamnya terkandung banyak vitamin dan protein yang dibuthkan oleh manusia setiap harinya.  Sebagai kebutuhan pokok manusia, tentu saja telur banyak dijajakan di warung, minimarket, pasar tradisional dan toko sembako hingga supermarket kelas atas.


Gambar ; mitrapeternakan.com


Berdasarkan data statistik jumlah konsumsi telur di Indonesia masih jauh dibawah dari negara tetanngga Malaysia.  Konsumsi telur di Indonesia masih dikisaran 7 kilogram per tahun perkapita.  Sedangkan Malaysia konsumsi telur penduduknya mencapai 25 kilogram per tahun perkapita.  Hal ini tidak lepas dari jumlah produksi di tanah air yang tidak mampu memenuhi permintaan pasar dalam negeri yang sangat tinggi.  Sehingga menimbulkan sebuah peluang usaha menjanjikan yakni usaha ternak ayam petelur.

Melihat dari potensi bisnisnya ayam petelur merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan.  Karna hampir semua bagian ayam tersebut bermanfaat.  Misalnya telur ayam sebagai pusat usaha yang pokok.  Kotoran ayam petelur bisa dimanfaatkan sebagai pupuk, biogas, dan makanan lele.  Kemudian bulu ayam petelur dapat dibuat menjadi alat kebersihan.  Dan terakhir daging ayam petelur bisa dijual dengan harga tinggi.

Gambar : Kandang Ayam Petelur


Setelah kita mengetahui potensi bisnis yang besar dalam budidaya peternakan ayam petelur, olehnya itu dalam pemilihan peralatan kandang ayam petelur haruslah menjadi pertimbangan utama.  Karna ini berhubungan dengan hasil dari investasi yang kita keluarkan untuk beternak ayam petelur.

Mitra Peternakan, secara khusus akan mengenalkan ke Anda tentang peralatan budidaya yang mesti menjadi perhatian utama kita sebelum memulai beternak ayam petelur yaitu kandang Baterai.  

Kandang Ayam Petelur

Langkah awal dari budidaya ayam petelur tentu saja adalah mempersiapkan sebuah tempat yang akan dijadikan tempat ayam-ayam berada nantinya.  Kita membutuhkan sebuah kandang, jadi yang paling awal adalah siapkan terlebih dahulu kandang ayam petelur.



Kandang ayam petelur akan dilengkapi dengan berbagai hal pendukung yang dipakai untuk memudahkan segala aktifitas pemilik saat mengurusi dan untuk memanen telur ayam ternsebut nantinya.

Apa saja peralatan atau kelengkapan kandang ayam petelur yang perlu disiapkan?  Karena usaha Anda ini berorientasi bisnis maka yang pasti Anda ingin keuntungan yang banyak dan besar dari usaha bisnis ayam petelur dalam jangka waktu yang lama bukan?  Jadi mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan adalah hal yang wajib diperhatikan.

Pembuatan kandang ayam yang bagus khusus untuk ayam petelur adalah memperhatikan agar memudahkan proses pengumpulan telur dan pembuangan kotoran.  Dan jenis kandang yang paling cocokadalah kandang ayam dengan sistem panggung.

Untuk para peternak pemula dan dengan modal awal yang tidak besar maka pembuatan kandang ayam juga harus disesuaikan, cara tersebut contohnya adalah dengan membuat kandang ayam sendiri dengan menggunakan bahan utama seperti bambu dan kayu.  Bentuk kandang bisa dibuat kurang lebih seperti gambar dibawah ini.  Bisa hanya menggunakan satu tingkat saja atau beberapa tingkat.  Kandang ayam jenis ini disebut Kandang battery atau kandang batere atau kandang baterai.

Kandang ayam jenis Battery ini adalah jenis kandang ayam yang sangat populer, jenis modern dari kandang battery/kandang baterai dibuat dengan berbahan kawat.  Desain kandang baterai/kandang batere yang dibuat dengan sekat kecil yang nantinya sebagai tempat ayam tersebut berada.

Pembuatan kandang ayam

Kandang yang banyak digunakan untuk ayam petelur yaitu kandang baterai.  Kandang ini merupakan kandang yang berbentuk sangkat empat persegi panjang.  Kandang tersebut disusun secara berderet dan memanjang serta bertingkat 2 atau dapat juga lebih.  Setiap sangkarnya dapat menampung paling banyak 2 ekor ayam petelur dewasa.  Namun sebaliknya letakkan 1 ekor saja untuk setiap sangkarnya.  Untuk lantainya, Anda dapat membuatnya dari bambu yang memiliki harga ekonomis.  Anda dapat menghemat untuk biaya pembuatan kandang ayam petelur ini.

Gambar ; mitrapeternakan.com

Seain bambu, Anda juga dapat membuat lantai kandang dari kawat yang disusun agak renggang.  Tujuannya agar kotoran ayam yang dapat langsung jatuh ke penampungannya dan tidak mengotori ayam.  Dengan kata lain, dibawah lantai masih ada ruang yaitu untuk menampung kotoran ayam.  Penggunaan kawat lebih banyak digunakan oleh peternak ayam petelur karena lebih awet dan tahan lama.  Tidak seperti bambu, jika perawatannya tidak tepat maka bambu akan cepat rusak dan Anda perlu membuat lantai baru untuk kandang ayam petelur.  Untuk itu jika Anda memiliki dana cukup, baiknya buatlah lantainya dari kawat.

Untuk pembuatan kandang baterai dapat menggunakan kawat ataupun bambu, pilih sesuai keinginan atau dana yang Anda miliki.  Baik kandang ayam petelur dari bambu atau kawat, keduanya sama bagusnya untuk budidaya ternak ayam petelur.  Baik bambu atau kawat, pembuatan kandangnya tetap menggunakan ukuran yang sama.  Tidak ada yang membedakan kedua kandang tersebut kecuali bahan yang digunakan.  Untuk ukuran kandang ayam petelur yaitu sebaiknya memiliki panjang sekitar 40 cm, lebar 30 cm, dan tinggi 40 cm untuk bagian depan.  Untuk bagian belaang sebaikya hanya memiliki tinggi sekitar 30 cm saja.

Tuesday

Pakan Ayam Broiler Agar Cepat Gemuk atau Besar


Blog.MitraPeternakan.com - Sebagian besar peternak ayam broiler di Indonesia, masih sangat sering bertanya tentang Pakan Ayam Broiler Agar cepat gemuk?  Pertanyaan tersebut juga cukup populer di situs pencarian milik google.

Dari hasil pencarian disitus milik google, Tim Mitra Peternakan menemukan beberapa rangkaian pencarian mengenai Pakan ayam broiler agar cepat gemuk, sebagai berikut ;

  • Pakan Ayam Broiler Agar Cepat Besar
  • Ayam Broiler Cepat Besar
  • Ayam Broiler Cepat Gemuk
  • Ayam Broiler Cepat Besar
  • Ayam Broiler Gemuk
  • Agar Ayam Broiler Cepat Gemuk
  • Ayam Broiler Hormon
  • Ayam Broiler Tumbuh Cepat
  • Pakan Ayam Broiler Yang Bagus

Dari rangkaian pertanyaan-pertanyaan diatas sangat jelas memperlihatkan bahwa peternak masih kebingungan dengan pilihan pakan yang ingin digunakan dalam pemeliharaan ayam broiler mereka.  Penulis juga berpikiran bahwa sebagain besar peternak memang belum memahami secara utuh tentang pemeliharaan ayam broiler.

Berangkat dari hal tersebut diatas, maka penulis akan memberikan sedikit gambaran tentang pemahaman penggunaan pakan dalam pemeliharaan ayam broiler.

Pengenalan Pakan

Pakan adalah semua yang bisa dimakan oleh ternak dan tidak mengganggu kesehatannya. Pada umumnya pengertian pakan (feed) digunakan untuk hewan yang meliputi kuantitatif, kualitatif, kontinuitas serta keseimbangan zat pakan yang terkandung di dalamnya. (Anonim, 2009).

Pakan adalah segalah sesuatu yang dapat diberikan sebagai sumber energi dan zat-zat gizi, istilah pakan sering diganti dengan bahan baku pakan, pada kenyataanya sering terjadi penyimpangan yang menunjukkan penggunaan kata pakan diganti sebagai bahan baku pakan yang telah diolah menjadi pellet, crumble atau mash. (Anonim a 2008).

Pakan adalah bahan ransum ternak yang telah diramu dan biasanya terdiri dari berbagai jenis bahan ransum dengan komposisi tertentu. Pemberian pakan bertujuan untuk menjamin pertumbuhan berat badan dan menjamin produksi daging agar menguntungkan. Konsumsi pakan ayam Broiler tergantung pada strain, umur, aktifitas serta suhu lingkungan. Pakan ayam Broiler dibedakan menjadi dua macam yaitu ransum untuk periode starter dan periode finisher. Komposisi pakan pada fase starter terdiri atas protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, kalsium (Ca) 1%, phosphor (P) 0,7-0,9% dan pada fase finisher terdiri atas protein 18,1-21,2 %, lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%, phosphor (P) 0,7-0,9% (Faradis, 2009).

Berdasarkan keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan protein ayam pedaging (ayam Broiler) berbeda pada fase starter dan fase finisher. Perbedaan tersebut disebabkan oleh ayam Broiler membutuhkan protein yang tinggi pada fase starter untuk pertumbuhan yang cepat agar manusia dapat menikmati dagingnya. Protein merupakan gabungan dari sekelompok asam amino yang mengikuti aturan-aturan tertentu sehingga protein dan asam amino merupakan suatu kesatuan utuh, baik dalam pemberian maupun kebutuhannya.

Hal ini disebabkan oleh perbedaan kebutuhan nutrient pakan sesuai dengan periode pertumbuhan ayam. Khusus untuk pakan broiler hendaklah (1) memiliki kandungan nisbah energi-protein yang diketahui, (2) kandungan proteinnya tinggi untuk menopang pertumbuhannya yang sangat cepat, (3) mengandung energi yang lebih untuk membuat ayam Broiler dipanen cukup mengandung lemak.

Ayam Broiler membutuhkan energi yang tinggi (lebih dari 3.000 kkal per kg ransum). Untuk mendapatkan energi yang tinggi itu tidak cukup hanya dari bahan makanan sumber pertanian saja, tetapi harus dibantu dengan minyak agar keseimbangan gizi dari ransum yang terbentuk itu dapat terjamin. Bahan-bahan pakan yang menjadi sumber energi terbanyak ialah dari pakan nabati dan minyak atau lemak. Minyak atau lemak kerap kali digunakan dalam ransum ayam Broiler agar jumlah energi yang dibutuhkan terpenuhi. Beberapa bahan yang juga ikut digunakan untuk mendukung pemenuhan energi bagi ayam Broiler adalah bekatul, bungkil kelapa, dan bungkil kacang tanah. Sedangkan lemak yang digunakan adalah lemak hewan yang sering dijumpai di rumah potong. Minyak yang digunakan adalah minyak nabati seperti minyak kelapa.

Bahan Pakan


Bahan pakan adalah (bahan makanan ternak) adalah segalah sesuatu yang dapat diberikan kepada ternak baik yang berupa bahan organik maupun anorganik yang sebagian atau semuanya dapat dicerna tanpa mengganggu kesehatan ternak.(Anonim, 2009).

Bahan pakan terdiri dari bahan organik dan anorganik. Bahan organik yang terkandung dalam bahan pakan, protein, lemak, serat kasar, bahan ekstrak tanpa nitrogen, sedang bahan anorganik seperti calsium, phospor, magnesium, kalium, natrium. Kandungan bahan organik ini dapat diketahui dengan melakukan analisis proximat dan analisis terhadap vitamin dan mineral untuk masing masing komponen vitamin dan mineral yang terkandung didalam bahan yang dilakukan di laboratorium dengan teknik dan alat yang spesifik. (Anonim a, 2009).

Menurut (Anonim a 2008) bahan dibagi menjadi dua bagian yaitu bahan pakan konvensional dan bahan pakan subtitusi

Bahan pakan konvensional adalah bahan baku yang sering digunakan dalam pakan yang biasanya mempunyai kandungan nutrisi yang cukup (misalnya Protein) dan disukai ternak. Bahan pakan konvensional merupakan bahan makro , serta jagung, bungkil kedelai,gandung,tepung ikan dan bahan lainnya.

Bahan baku yang berasal dari bahan yang belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan dari hasil ikutan industri agro atau peternakan dan perikana. pakan dari kandungan nutrisinya masih memadai untuk diolah menjadi pakan. Bahan pakan ini biasanya berasal dari ikutan industri agro atau peternakan dan perikanan.

Ransum

Ransum adalah pakan jadi yang siap diberikan pada ternak yang disusun dari berbagai jenis bahan pakan yang sudah dihitung (dikalkulasi) sebelumnya berdasarkan kebutuhan industri dan energi yang diperlukan. (Anonim a 2008).

Menurut (Anonim a 2008) berdasarkan bentuknya ransum dibagi menjadi 3 jenis : yaitu mash, pellet,dan crumble

Mash adalah bentuk ransum yang paling sederhana yang merupakan campuran serbuk (tepung) dan granula.

Pellet adalah ransum yang berasal dari berbagai bahan pakan dengan perbandingan komposisi yang telah dihitung dan ditentukan. Bahan tersebut diolah menggunakan mesin pellet (pelletizer) untuk mengurangi loss nurisi dalam bentuk yang lebih utuh.

Ransum berbentuk pellet yang dipecah menjadi 2-3 bagian untuk memperkecil ukurannya agar bisa dimakan ternak. Kelebihan ransum berbentuk pellet adalah distribusi bahan pakan lebih merata sehingga loss nutrisi mudah dicegah dan tidak tercecer pada waktu dikonsumsi ternak.

Konsentrat

Berdasarkan kandungan gizinya, konsentrat dibagi dua golongan yaitu konsentrat sebagai sumber energi dan sebagai sumber protein. Konsentrat sebagai sumber protein apabila kandungan protein lebih dari 18%, Total Digestible Nutrision (TDN) 60%. Ada konsentrat yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Berasal dari hewan mengandung protein lebih dari 47%. Mineral Ca lebih dari 1% dan P lebih dari 1,5% serta kandungan serat kasar dibawah 2,5%. Contohnya : tepung ikan, tepung susu, tepung daging, tepung darah, tepung bulu dan tepung cacing. Berasal dari tumbuhan, kandungan proteinnya dibawah 47%, mineral Ca dibawah 1% dan P dibawah 1,5% serat kasar lebih dari 2,5%. Contohnya : tepung kedelai, tepung biji kapuk, tepung bunga matahari, bungkil wijen, bungkil kedelai, bungkil kelapa, bungkil kelapa sawit dll. Konsentrat sebagai sumber energi apabila kandungan protein dibawah 18%, TDN 60% dan serat kasarnya lebih dari 10%. Contohnya : dedak, jagung, empok dan polar. (Anonimb 2009).

Zat Additif

Zat additif merupakan zat yang perlu ditambahkan dalam jumlah relative sedikit yang kadangkala diperlukan untuk melengkapi ransum yamg disusun, yang berfungsi sebagai penambah aroma/cita rasa, asam amino/ campuaran asam amino dan vitamin mix. (Anonim, 2009).

Zat additif merupakan suatu bahan atau kombinasi bahan yang biasa digunakan dalam campuran ransum digunakan dalam jumlah sedikit untuk memenuhi

kebutuhan tertentu, misalnya memacu pertumbuhan, meningkatkan kecernaan seperti antibiotik, hormon, probiotik, pewarna, rasa. (Anonim b, 2009).

Pembahasan diatas merupakan dasar utama kita dalam memahami pakan untuk diberikan ke ternak ayam yang kita budidayakan.  Semoga pembahasan tersebut bisa menambah ilmu kita dalam memahami cara budidaya ayam broiler.

Monday

Jual Peralatan Kandang Ayam Broiler


Mitra Peternakan - Peralatan kandang ayam broiler berdasarkan tipe kandang yaitu tipe kandang terbuka dan tipe kandang tertutup.  Untuk kedua tipe penggunaan peralatan kandang tersebut, hanya mitra peternakan yang menyediakannya secara komplit, murah dan berkualitas ditambah jaminan sparepart yang selalu tersedia.

Ya, hanya Mitra Peternakan Sejahtera.  Ahh, masa iya hanya mitra peternakan?  Silahkan saja Anda mencari diluaran sana yang se komplit seperti mitra peternakan.

Inilah Daftar Peralatan kandang ayam broiler yang dijual oleh Mitra Peternakan, untuk kandang Terbuka (Open House), sebagai berikut :


  1. Tempat Minum ayam Otomatis
  2. Tempat Pakan Ayam Broiler (5 kg, 6 kg, 10 kg)
  3. Super Feeder
  4. Baby Chick Feeder (1,5 kg dan 3 kg)
  5. Baki
  6. Galon Manual
  7. Pemanas Gas Brooder


Inilah Daftar Peralatan kandang ayam broiler yang dijual oleh Mitra Peternakan, untuk kandang Tertutup(Close House), sebagai berikut :


  1. Feeding system (sistem termpat pakan)
  2. Dringking System (Sistem Tempat minum)
  3. Ventilation System (Sistem Ventilasi)
  4. Evaporatif System (Sistem Evaporasi)
  5. Brooder System (Sistem Brooding)
  6. Fill System (Sistem Silo)
  7. Curtain System (Sistem Tirai)
  8. Medicating System (Sistem Pengobatan)

Semua daftar Peralatan Kandang diatas dapat Anda dapat dengan murah, berkualitas, dan bergaransi, hanya di Mitra Peternakan.

Peralatan Kandang Ayam Bekas


Mitra Peternakan - Saat ini masih banyak pelaku usaha peternakan ayam broiler yang gemar mencari peralatan kandang ayam bekas.  Ini terlihat dari pencarian di google masih tinggi hingga tulisan ini turun.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa calon peternak masih gemar mencari peralatan kandang ayam bekas?  ini mungkin dilakukan karna keinginan untuk buka usaha peternakan ayam broiler tapi masih terkendala di biaya peralatan kandang yang masih tinggi.

Mereka hanya belum menemukan Mitra Peternakan Sejahtera, dimana perusahaan tersebut memberikan penawaran harga yang cukup murah dan hampir sama dengan harga peralatan bekas yang biasa dijual diluaran sana.  Kelihatannya lebih mahal sedikit, karna ini baru.  Tetapi, rasa dari mahal tersebut tidak berarti apa-apa setelah mereka mendapatkan produknya.  Mitra Peternakan tetap memberi jaminan atas peralatan kandang yang mereka terima.  Jadi, rasa mahal yang mereka rasakan diawal menjadi murah.

Ga percaya?  SIlahkan berkunjung ke websitenya.

Peralatan Kandang Ayam Bandung



Mitra Peternakan - Bandung merupakan salah satu daerah yang memiliki peternak ayam broiler yang cukup banyak.  Ini menurut pengamatan kami selaku suplier peralatan kandang ayam broiler, dimana konsumen dari bandung cukup banyak membeli ditempat kami.

Saat ingin membeli peralatan kandang dari mitra peternakan, biasanya para konsumen langsung berkunjung ke gudang peralatan kandang kami yang beralamat di kota tangerang, tepatnya dipasar kemis Tangerang.

Untuk info selanjutnya, mengenai alamat kami, silahkan berkunjung ke website utama mitra peternakan sejahtera.

Peralatan Kandang Ayam Broiler



Mitra Peternakan - Usaha ayam broiler semakin hari semakin di minati oleh masyarakat Indonesia.  Ini dikarenakan potensi menghasilkan profit yang lebih besar dalam waktu cukup singkat yaitu sekitar kurang lebih 30 hari atau sebulan, kita sudah dapat merasakan keuntungannya.

Melihat minat masyarakat yang begitu tinggi pada usaha ayam broiler, maka perusahaan mitra peternakan ikut memberi perhatian dengan menghadirkan peralatan kandang yang berkualitas dengan harga yang terjangkau untuk masyarakat, bahkan banyak yang mengatakan harga murah kualitas sangat baik.

Saat ini, Mitra Peternakan Sejahtera melayani peralatan kandang ayam broiler untuk tipe kandang sistem terbuka dan sistem tertutup.  Untuk kandang sistem terbuka sebagian besar peralatannya kami suplai langsung dari produsen.  Jadi, Anda tentu akan mendapatkan harga yang murah.  Begitupun untuk kandang sistem tertutup kami suplai dari para produsen.  Bedanya produk untuk kandang sistem close house atau sistem tertutup kami suplai dari prdusen luar negeri.

Untuk melihat produk-produk dari mitra peternakan sejahtera, silahkan langsung berkunjung website utamanya ya sahabat.

Sunday

Agen Peralatan Kandang Ayam



Mitra Peternakan - Apakah Anda saat ini mencari agen peralatan kandang ayam?  Jika pertanyaan tersebut mewakili pertanyaan Anda, maka Anda tidak salah lagi memasuki blog.  

Blog ini merupakan milik dari Perusahaan penyedia peralatan kandang ayam dan telah memiliki agen dibeberapa kota besar yang ada di Indonesia.  Agen yang kami miliki saat ini tidak semuanya dapat ditemui via online.  Tetapi, Anda tak perlu khawatir Anda tetap dapat bertanya ke customer online kami mengenai agen-agen kami di seluruh Indonesia.

Jika, saat ini Anda lagi membutuhkan peralatan kandang ayam, namun takut belanja online via website.  Anda bisa langsung menghubungi customer service Mitra Peternakan untuk menanyakan agen-agen kami yang tersebar diseluruh Indonesia.

Ok sahabat Mitra Peternakan, silahkan berkunjung ke website utama mitra Peternakan ya.

Tuesday

Pentingnya Pemberian Ransum Sesuai Fase Pemeliharaan Ayam

Pentingnya Pemberian Ransum Sesuai Fase Pemeliharaan Ayam

Pemberian ransum broiler secara single feeding system biasanya dilakukan dengan memberikan ransum starter secara full, dari awal hingga panen. Hal ini relatif banyak diaplikasikan oleh peternak dengan pertimbangan kepraktisan. Padahal aplikasi pemberian ransum ini (single feeding system) tidak direkomendasikan. Hendaknya peternak mengaplikasikan triple atau minimal dual feeding system. Pertimbangannya adalah:

- Mensuplai nutrisi sesuai dengan kebutuhan
Dari Tabel 1 dapat dilihat bahwa masing-masing jenis ransum berbeda kandungan nutrisinya, terutama dalam hal kadar protein dan energi metabolisme (ME)-nya. Semakin bertambah umur ayam, kebutuhan proteinnya semakin rendah. Sebaliknya, kebutuhan energi semakin tinggi.
Ransum pre-starter dan starter mengandung protein yang lebih tinggi dibanding ransum finisher, karena dibutuhkan untuk melakukan perbanyakan sel (hiperplasia) pada 14 hari pertama pemeliharaan. Sedangkan mulai umur > 14 – 21 hari, proses hiperplasia berangsur-angsur menurun dan mulai terjadi proses pembesaran ukuran sel (hipertropi).
Akhirnya setelah ayam berumur > 21 hari atau memasuki fase finisher, ktivitas hipertropi lebih dominan terjadi sehingga ayam tidak membutuhkan protein sebesar 14 hari pertama,melainkan butuh energi lebih tinggi untuk keperluan maintenance (hidup pokok). Inilah mengapa pada fase finisher ayam tidak cocok diberikan ransum jenis starter (single feeding system, red).

-  Efisiensi biaya ransum
Pemberian ransum starter pada fase finisher sama dengan pemborosan karena harga ransum starter lebih tinggi dibanding ransum finisher. Kandungan asam amino (penyusun protein) dalam ransum starter tinggi, sementara kebutuhan akan protein di fase finisher sudah menurun. Dan pemberian berlebih asam amino yang mahal tersebut tidak dapat dideposisi sebagai protein secara imbang. Artinya akan ada asam amino/protein yang dibuang bersama feses ke luar tubuh. Protein yang terbuang tersebut bisa beresiko menimbulkan masalah baru, yaitu hasil perombakannya oleh bakteri dalam feses akan meningkatkan kadar amonia. Jika tidak bisa diatasi dengan baik, maka kadar amonia yang tinggi akan memicu timbulnya gangguan pernapasan ayam.
-  Mengoptimalkan konsumsi (feed intake)
Sebelumnya perlu diketahui bahwa selain jenis ransum pre-starter, starter, dan finisher memiliki kandungan nutrisi yang berbeda-beda, bentuk ransum dari ketiga jenis ransum ini pun berbeda. Ransum pre-straterberbentuk fine crumble, starter berbentuk crumble, dan ransum finisher berbentuk pellet (butiran panjang).
Dari sini bisa dijelaskan bahwa jika peternak memberikan ransum starter (single feeding system) berbentukcrumble pada ayam broiler yang sudah masuk fase finisher, maka konsumsi ayam akan kurang maksimal. Yang terjadi justru feed intake akan berkurang karena daya patuk ayam juga menurun, padahal di satu sisi ayam fase finisher harus memakan ransum starter dalam porsi lebih banyak agar kadar energi yang masuk mampu mencukupi kebutuhan ayam di fase tersebut. Untuk itu, penting memberikan ransum bentuk pellet(ransum finisher, red) karena salah satu fungsinya ialah untuk merangsang feed intake ayam menjadi lebih baik.
-  Mencegah stres metabolisme
Ayam broiler memiliki kemampuan genetik tumbuh cepat dan hal ini membutuhkan proses metabolisme yang cepat pula. Kondisi ini pada akhirnya akan memicu munculnya stres metabolisme. Dengan adanya penggunaan ransum starter seumur hidup ayam, maka stres metabolisme justru akan bertambah, karena saat umur tua (masuk fase finisher) ayam mendapatkan tambahan beban untuk mengeluarkan kandungan protein yang berlebih dari ransum starter.
Salah satu penelitian dalam kandang terkontrol pernah dilakukan untuk membandingkan performa ayam antara yang memakai ransum full starter dengan memakai kombinasi ransum starter bentuk crumble di umur 0–21 hari dilanjut finisher bentuk pellet di umur 22 hingga panen. Hasilnya menunjukkan pada umur 32 hari, ayam yang diberi ransum starter dari awal hingga panen, mencapai bobot 1,6 kg dengan FCR 1,6. Sedangkan ayam yang diberi ransum starter kemudian dilanjut finisher, bobotnya mencapai 1,7 kg dan FCR 1,55 (Bayu, 2012).
Ini artinya, keuntungan ekonomi yang diperoleh peternak dari hasil penjualan ayam bisa lebih besar dan biaya ransum yang sebelumnya dikeluarkan lebih rendah karena nilai FCR nya pun cukup rendah. Selain itu, dengandual feeding system, selisih antara bobot panen dengan FCR yang dihasilkan sangat baik, yaitu 0,15. Menurut literatur, selisih ideal antara bobot panen ayam dengan FCR yang dihasilkan berkisar antara 0,1-0,2. Jadi, jika bobot panen ayam 2 kg, maka FCR yang baik bernilai antara 1,8-1,9.

Hal yang perlu diperhatikan saat penerapan triple atau dual feeding system adalah transisi pergantian antar jenis ransum (ransum pre-starter ke starter, atau starter ke finisher) harus dilakukan secara bertahap. Metode pergantian ransumnya ialah:
  • Hari pertama = 75% ransum lama : 25% ransum baru
  • Hari kedua = 50 % ransum lama : 50% ransum baru
  • Hari ketiga = 25% ransum lama : 75% ransum baru
  • Hari keempat = 100% ransum baru

Untuk menekan stres pergantian ransum, sebaiknya sebelum, selama dan sesudah pergantian jenis ransum, berikan multivitamin seperti Vita Stress untuk mencegah ayam stres.

Penambahan feed supplement juga bisa dilakukan untuk mengoptimalkan kualitas ransum. Contoh feed supplement yang bisa dicampurkan dalam ransum antara lain Top Mix (3–5 g/kg ransum) dan Mix Plus Bro (2,5-5 kg/ton ransum). Dan di saat musim penghujan atau ransum lembab dan terkontaminasi mikotoksin, Freetoxbisa ditambahkan untuk mengikat racun jamur (mikotoksin) dalam ransum.

Produktivitas ayam broiler akan optimal jika ayam diberi nutrisi sesuai fase pemeliharaannya, salah satunya melalui penerapan triple atau dual feeding system. Dan biaya ransum pun bisa ditekan. Salam.

Sumber : Info.Medion.co.id